Kamis, 11 Desember 2014

Di Saat Kau & Aku Jatuh Hati

pagi yang cerah ditemanin suara kicauan burung, aku dan dirinya pergi kesekolah bersama., dengan langkah kaki yang gembira. kami berjalan sambil bercanda dan tertawa, ketika saat itu aku dan dirinya saling menanyakan soal pelajaran yang akan  diajarkan oleh guru yang bernama bu.Vina. mengenai mata pelajaran fisika yang sangat menyusahkan sekali. dia mengatakan padaku bahwa dirinya sangat lemah dalam menghitung, makanya ulangan harianya tidak begitu bagus.
aku pun memberikan sepatah kata semangat ya Ian? ia pun tersenyum manis saat mendengarkan kata semangat dariku.
aku pun senang melihatnya tersenyum dengan manis, apalagi saat dia tertawa dan tersenyum, gigi gingsulnya yang membuatnya ia semakin manis.
saat berjalan tidak terasa kami telah tiba disekolah, akhir pembicaran kami berhenti saat kami tiba disekolah. dan memasuki ruangan kelas yang ramai dengan teman-teman ada yang saling bercerita, menceritakan dirinya masing-masing.
tidak sengaja aku melihat dan menoleh kearah Ian, ia duduk sambil berdiam diri. seakan ada yang sedang ia pikirkan.
tidak lama kemudian Tom dan Sigit datang kekelas dengan menepuk bahu Ian dan mengajaknya keluar untuk bermain , terkadang mereka pun berkumpul bersama dikantin setelah jam pelajaran selesai atau jam istirahat. Tom dan Sigit adalah teman kecilnya sejak SD sampai dengan SMA, tetapi kami berbeda kelas dengan mereka berdua.
tak lama kemudian aku duduk keluar disamping kelas, karena diriku merasa kesepian.
tak lama kemudian ada yang memanggil nama, tak tau dari mana asal suara itu..,? hai..Ta? kesini gabung.. suara Tom berteriak dari arah Kantin sekolah.
aku tersenyum pada mereka.. kemudian Sigit bertanya mengapa kamu diam sendiri disitu? aku menjawabnya dengan pelan,"tidak apa-apa ko, aku hanya ingin sendiri.
suara bel masuk berbunyi, dan banyak anak-anak berlarian terburu-buru masuk kekelas masing-masing, tetapi mereka bertiga dengan santai dari kantin mendengar bel masuk.
hari adalah jam mata pelajaran bu.Vina yang sangat menyusahkan, Ian sangat tidak suka mata pelajaran fisika karena nilainya tidak terlalu bagus.
tidak lama kemudian bu.Vina masuk kelas dengan wajah yang cerah memasuki kelas kami, semua terdiam dan melihat kedatangan bu.Vina. mereka selalu bertanya? cara apa lgi yang akan diajarkan kali pada kita semua? saling berbisikan satu sama lain. kali ini ibu akan mengajarkan kalian mengenai bab bab selanjutnya yaitu gerak parabola, ibu akan menggunakan cara mengajar perkelompok ,tiap kelompok terdiri dari 4 orang. setelah ibu menerangkan bab ini, ibu akan memberikan kalian soal tiap kelompok.
semua kaget dan ketakutan, diriku merasa tidak enak.,dan aku menanyakan pada diriku apakah aku bisa menjawab pertanyaan dari bu.Vina. aku terdiam sejenak. suara gaduh anak-anak dihantui dengan rasa ketakutan.Ian pun bingun dengan raut muka yang pucat, membolak-balik buku.
bu.Vina pun mengingatkan kami sekelas untuk selalu memperhatikan apa yang dijelaskan didepan. "jika tiap kelompok ibu tunjuk dan ibu beri soal, tidak ada yang bisa jawab maka nilai kalian semua tiap kelompok nol.
mereka semua makin gaduh karena bu.Vina memberikan peraturan yang menegangkan dan menakutkan tiap memasuki kelas kami. dengan cara mengajar yang ia beriakan berbeda-beda.
selesai sudah penjelasan dari ibu, semua da 5 kelompok ibu akan memberikan pertanyaan pada kelompok 2. semua kelompok 2 pun tegang, ternyata Ian masuk dalam kelompok 2. bu.Vina menunjuk pada Ian untuk menjawab soal tersebut, dengan suara gemetar Ian menjawabnya dengan gugup. akhirnya Ian dapat menjawab meskipun jawabanya tidak seratus persen benar, tetapi ia tidak mengecewakan kelmpoknya. tak terasa jam mata pelajaran fisika selesai. semua mengelus dada dan mengatakan syukur allhamdulillah.
setelah selesai semua mata pelajaran, bel berbunyi menunjukkan waktu pulang. tak lama kemudian Ian memanggil ku, "Ta..? tunggu! ,aku pun menoleh kebelakang, "ada apa Ian?. maaf ya,.? aku tidak bisa pulang bareng kamu, karena aku sudah janji pada Sigit dan Tom untuk pulang bersama. gak pa kan Ta?. aku menjawab dengan tersenyum, meskipun itu tidak tidak enak kedengarannya," iya.,gak apa ko Ian., ya udah aku pulang duluan kalau begitu..?. "ya,hati-hati ya ta..? dengan suara berteriak.
setiba dirumah diriku sangat kehilangan rasanya., seperti ada sesuatu yang hilang dan kurang. tetapi aku berusaha untuk menghilangkan perasaan aku yang tak enak dengan membereskan kamar tidurku yang belum sempat aku bersihkan pagi tadi.
bersammbuung...
tunggu cerita selanjutnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar